Rabu, 05 November 2014

PELAPISAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT

Diposting oleh Unknown di 22.55 0 komentar

Pengertian Pelapisan Sosial

Pengaruh pelapisan sosial merupakan gejala umum yang dapat ditemukan di setiap masyarakat pada segala zaman. Betapapun sederhananya suatu masyarakat gejala ini pasti dijumpai. Pada sekitar 2000 tahun yang lalu, Aristoteles menyatakan bahwa di dalam setiap negara selalu terdapat tiga unsur yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat dan mereka yang ada di tengah-tengah.
Adam Smith membagi masyarakat ke dalam tiga kategori yaitu orang-orang yang hidup dari penyewaan tanah, orang-orang yang hidup dari upah kerja, dari keuntungan perdagangan. Sedangkan Thorstein Veblen membagi masyarakat ke dalam dua golongan yang pekerja, berjuang untuk mempertahankan hidup dan golongan yang banyak mempunyai waktu luang karena kekayaannya.
Pelapisan sosial merupakan hasil dari kebiasaan manusia berhubungan antara satu dengan yang lain secara teratur dan tersusun biak secara perorangan maupun kelompok, setiap orang akan mempunyai situasi sosial (yang mendorong untuk mengambil posisi sosial tertentu. (Drs. Taufik Rahman Dhohir, 2000).

Contoh pelapisan sosial berdasarkan besarnya penghasilan dari pekerjaan
·         Pengusaha besar
-          Pengusaha menengah
-          Pengusaha kecil
·         Kekuasaan
-          Presiden
-          Gubernur dst s.d. Rakyat
·         Ilmu Pengetahuan
-          Pendidikan Tinggi
-          Pendidikan Menengah
-           Pendidikan Dasar
·         Kehormatan
-           Orang yang banyak jasanya
-          Orang biasa

Proses terbentuknya pelapisan sosial

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

-          Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan.

-          Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. . Contoh : struktur organisasi kelas.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
-         Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
-          Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).

Perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat

Masyarakat terdiri dari berbagai latar belakang dan pelapisan sosial yang berbeda-beda. Pelapisan sosial merupakan pemilah-milah kelompok sosial berdasarkan status, strata dan kemampuan individu tersebut yang terjadisecara alami didalam masyarakat. Terjadinya pelapisa sosial berdasarkan adanya cara pandang masyarakat yang berbeda-beda dengan dilatarbelakangi oleh status sosial, strata sosial dan kemampuan ekonomi yang berbeda-beda. Adapun perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat.

Sifat Stratifikasi Sosial

Sistem pelapisan masyarakat tertutup diantaranya, Kasta Brahmana (pendeta), Kasta Ksatria (golongan bangsawan), Kasta Waisya (golongan pedagang), Kasta Sudra (golongan rakyat jelata) dan Kasta Paria (golongan orang yang tidak memiliki kasta).
Sistem pelapisan masyarakat terbuka. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk menempati jabatan, jika orang tersebut menpunyai kemampuan pada bidang tersebut.
Kesamaan derajat terjadi karena adanya perbedaan kemampuan yang terjadi dalam bermasyarakat. Oleh sebabitu munculah lapisan-lapisan yang dapat menyatukan hal yang awalnya berbeda kemudian menjadi satu, hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang 1945 tentang hak asasi manusia.
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas

    Kelas atas (upper class).
    Kelas bawah (lower class).
    Kelas menengah (middle class).
    Kelas menengah ke bawah (lower middle class).

Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat

Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

Tugas Softskill (tema 1)
Nama : Ayu Setiowati
Kelas : 2SA03
NPM : 11613554



SIFAT DAN CIRI HUKUM INDONESIA

Diposting oleh Unknown di 22.24 0 komentar
Hukum adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan,  dan mencegah terjadinya suatu hal kekacauan.

Sifat Hukum
A.      Sifat Mengatur
Hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat.
B.      Sifat memaksa
Negara dapat memaksakan kehendak melalui hukum atau kekuasaan. Negara memiliki kekuasaan memaksa agar masyarakat tunduk dan patuh terhadap negara tanpa tidak ada pemaksaan fisik. Hak negara ini memiliki sifat legal agar tercipta tertib di masyarakat dan tidak ada tindakan anarki. Paksaan fisik dapat dilakukan terhadap hak milik.
C.      Sifat monopoli
Negara menetapkan tujuan bersama dalam masyarakat. Negara dapat menguasai hal-hal seperti sumberdaya penting untuk kepentingan orang banyak. Negara mengatasi paham individu dan kelompok.
D.     Sifat totalitas
Semua hal tanpa pengecualian  menjadi wewenang negara.

Ciri – Ciri Hukum                
Berikut adalah ciri-ciri hukum :

1.      Adanya perintah atau larangan

2.      Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
        Agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpeliharadengan baik, perlu ada peraturan yang mengatur dan memaksatata tertib itu untuk ditaatiyang disebut hukum, dan siapa yang melanggar baik sengaja maupun tidak, dpt dikenakan sanksi yang berupa hukuman.

1.      Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat

2.      Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib

3.      Peraturan itu bersifat memaksa

4.       Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas

5.      Berisi perintah dan atau larangan

6.      Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang

Tugas Softskill (tema 1)
Nama : Ayu Setiowati
Kelas : 2SA03
NPM : 11613554

Sabtu, 11 Oktober 2014

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Diposting oleh Unknown di 22.41 0 komentar

Pertumbuhan Individu

Individu adalah bagian atau satuan terkecil yang perseorangan dari suatu kelompok masyarakat.
Pertumbuhan adalah perubahan besar, ukuran atau jumlah dalam suatu bentuk untuk pengukuran. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu yang dapat dihitung dari jumlah individu sebuah populasi.

Terdapat 3 faktor utama secara umum yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :
1.      Kelahiran (Fertilitas).
2.      Kematian (Mortalitas).
3.      Perpindahan (Migrasi).

Fungsi Keluarga

Ada beberapa fungsi yang dijalankan dalam keluarga :
1.      Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
2.      Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
3.      Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
4.      Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
5.      Fungsi Sosialisasi. Tugas keluarga untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku dan meneruskan nilai-nilai budaya.


Hubungan antara Individu keluarga dan masyarakat

Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat.

Makna Individu adalah manusia sebagai makhluk individu yang mengalami senang atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan, kemauan, dan perasaan saja.

Makna Masyarakat adalah makna masyarakat termasuk juga dengan pengertian dari masyarakat tersebut yaitu merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama.

Makna Keluarga adalah makna keluarga termasuk juga dengan pengertian keluarga yang saya ketahui seperti betikut yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak serta beberapa orang lain yang masih terikat dalam hubungan darah dan saling ketergantungan atau membutuhkan satu sama lain.

Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Proses Terjadinya Urbanisasi di karenakan faktor urbanisasi, antara lain faktor-faktor urbanisai di bagi menjadi 2 yakni :

A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1.      Kehidupan kota yang lebih modern.
2.      Sarana dan prasarana kota lebih lengkap.
3.      Banyak lapangan pekerjaan di kota.
4.      Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1.      Lahan pertanian semakin sempit.
2.      Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3.      Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa.
4.      Terbatasnya sarana dan prasarana di desa.
5.      Diusir dari desa asal.
6.      Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Tugas Softskill (tema 3)
Nama : Ayu Setiowati
Kelas : 2SA03
NPM : 11613554

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Diposting oleh Unknown di 22.32 0 komentar

Pada bahan kali ini, kita akan bercerita tentang 3 hal: penduduk, masyarakat, dan kebudayaan.

Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah dan ruang tertentu.
Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah lama hidup dan bekerjasama bersama, sehingga mereka ini dapat mengatur dan mengetahui tentang dirinya dalam kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.

Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya, sehingga
tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk,
masyarakat terbentuk karena adanya penduduk.
Budaya atau kebudayaan adalah suatu ilmu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang meliputi ide atau gagasan pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Salah satu contoh perwujudan kebudayaan adalah adanya benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Pertambahan penduduk pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :
1. Kematian (Mortalitas)                                                         
2. Kelahiran (Natalitas)
3. Migrasi (Mobilitas)

Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami. Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate.

Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu penyakit atau peristiwa/kejadian tertentu yang terjadi pada suatu populasi selama periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menanggung resiko tersebut.

Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain. Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.

Macam-macam migrasi
Migrasi terjadi di dalam suatu negara maupun antar negara. Migrasi di bagi atas 2 golongan yaitu migrasi internasional dan migrasi nasional.

Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Dibedakan atas 3 macam:
1.      Imigrasi : masuknya peduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
2.      Emigrasi : keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.
3.      Remigrasi atau repatriasi : kembalinya imigran ke negara asalnya.

Migrasi Nasional dibagi menjadi 4 macam:
1.      Urbanisasi : perpindahan penduduk dari desa ke kota.
2.      Transmigrasi : perpindahan penduduk dari pulau ke pulau.
3.      Ruralisasi : perpindahan penduduk dari kota ke desa.
4.      Evakuasi : perpindahan penduduk dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman.

Proses Migrasi
Adanya wilayah yang memiliki nilai lebih maka banyak orang yang akan pergi ke wilayah itu karena wilayah yang di tinggalinya sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk kelangsungan hidup. Proses migrasi ada caranya:
1.      Proses migrasi menetap pada suatu wilayah.
2.      Proses migrasi hanya sementara.
3.      Proses migrasi hanya sekedar berlibur di suatu wilayah.

Kewarganegaraan dari suatu negara memberikan hak-hak khusus kepada penduduk negara tersebut, sementara para imigran dibatasi oleh hukum imigrasi. Negara-bangsa membuat migrasi menjadi suatu isu politik tanah air suatu bangsa yang ditandai oleh kesamaan etnis atau budaya, sedangkan imigran memiliki etnis dan budaya yang berbeda. Hal ini kadang menyebabkan suatu ketegangan sosial, dan konfik identitas nasional pada banyak negara maju.

Kebudayaan dan Kepribadian
Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukan bahwa terdapat korelasi antar  kebudayaan dengan corak kepribadian masyarakat Indonesia.

Opini umum juga menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin kepribadian bangsa yang bersangkutan.

Kalau begitu dari sisi mana kebudayaan dapat memberi pengaruh pada suatu kepribadian??
Jika kita melihat dari sisi sikap pemilik kebudayaan itu sendiri. Pemilik kebudayaan itu menganggap bahwa segala sesuatu terangkum dan terlebur dalam segala materi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang logis, normal serasi, dan selaras dengan kodrat dalam tabiat asasi manusia dan sebagainya.

Kepribadian bangsa indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat kegotong royongan adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian dari suku-suku yang berada di Republik Indonesia dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian Bangsa Indonesia.

Untuk kebudayaan barat sendiri, biasanya mereka sering membuat berbagai acara untuk kumpul bersama keluarga maupun teman seperti hallowen, natal, valentine, dan yang lainnya. Orang barat terkenal tegas, cepat, dan disiplin. Semua itu berasal dari suatu kebudayan dan kepribadian masyarakat barat itu sendiri.

Tugas Softskill (tema 2)
Nama : Ayu Setiowati
Kelas : 2SA03
NPM : 11613554
 

Ayu Setiowati Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea